Rp 79.000
Penulis : Rekho Adriadi, S.IP, M.I.P.
Dr. Novliza Eka Patrisia, M.Si
Rosidin, M.Si
Genre : Buku Referensi
Penerbit : UMB Press
Tahun : 2026
Halaman : 262
Berat : 400 gramm
Digitalisasi
pemerintahan sering dibayangkan sebagai obat bagi penyakit lama birokrasi:
berbelit, lambat, dan rentan diperjualbelikan. Buku ini mengajukan argumen yang
lebih hati-hati. Teknologi tidak pernah netral. Ia bekerja di dalam relasi
kekuasaan yang telah lebih dahulu dibentuk oleh patronase, klientelisme, dan
budaya birokrasi yang belum sepenuhnya profesional. Karena itu, pertanyaan
pokoknya bukanlah berapa banyak aplikasi yang dibangun sebuah pemerintah
daerah, melainkan sejauh mana digitalisasi benar-benar mengubah cara keputusan
administratif diambil, direkam, diawasi, dan dipertanggungjawabkan.
Buku ini disusun dalam
empat bagian. Bagian I membangun fondasi konseptual tentang negara, kekuasaan,
patronase, klientelisme, dan neopatrimonialisme, serta menjelaskan mengapa
netralitas ASN begitu rapuh dalam demokrasi elektoral yang terdesentralisasi.
Bagian II menelaah profesionalisme ASN, reformasi berbasis merit system,
akuntabilitas, serta peluang dan risiko digitalisasi. Bagian III menyajikan
survei terhadap 100 aparatur pada enam OPD di Provinsi Bengkulu, dilengkapi
analisis jawaban terbuka. Bagian IV menerjemahkan bukti itu menjadi Model
Reformasi Birokrasi Digital Anti-Patronase beserta paket instrumen teknis: SOP
digital, audit trail, matriks risiko–kontrol, kanal pengaduan, dan indikator
monitoring–evaluasi.
Temuan utamanya sederhana
tetapi penting. Kapasitas ASN merupakan prediktor positif yang paling konsisten
terhadap inovasi pelayanan publik digital; patronase berarah negatif, tetapi
kehilangan kontribusi uniknya setelah kapasitas dikontrol; dan tata kelola
anti-patronase berasosiasi paling kuat dengan inovasi. Jawaban terbuka aparatur
menunjukkan bahwa ruang informal bertahan pada tahap yang menuntut penilaian
manusia, seperti verifikasi berkas dan persetujuan akhir. Inovasi digital,
dengan demikian, lebih tepat dibaca sebagai kapabilitas organisasi daripada
capaian teknologi.
Buku ini ditujukan bagi mahasiswa dan peneliti
administrasi publik serta ilmu politik, dan bagi pemerintah daerah yang
membutuhkan rujukan praktis untuk menata birokrasi digital yang tahan terhadap
intervensi nonprosedural.
Dapatkan Sekarang!